Akhir dari sebuah awal perjalanan panjang ….

Biar irzie yang jelasin.


irzie

Awal nonton jujur gw enggak baca novel apalagi manga-nya. Jadi pas nonton episode 1, kesan gw ya memang bagus. Malah bikin penasaran kenapa bisa di dalam labirin? Kok, ada yang sengaja nembak Nagumo? Kok Nagumo di Isekai? Ini jadi banyak alasan kenapa kesan pertama gw bilang bagus. Tapi setelah baca-baca forum dan review-review yang ternyata dianggap jelek, gw mulai cari-cari tahu, dan kesimpulan gw cuma karena cerita yang terlalu cepat dan adaptasi yang jelek.

Terus terang, adaptasinya saya setuju kalau dibilang jelek, awal nonton juga agak kurang sreg pas lihat monster pakai CGI tapi gerakannya enggak luwes. Padahal, setahu gw animator Jepang pakai CGI biar gerakannya lebih luwes saat bergerak. Tapi di sini gw enggak lihat itu sama sekali. Gw mulai baca novel ringan pas masuk episode 4, di sini gw ngerasain perbedaan cerita yang benar-benar jauh dipercepat. Benar-benar cepat banget dan banyak yang dilewati. Mungkin karena dijatah 13 episode? Jadi sutradara pengin ngelihatin 3 volume full dalam 13 episode yang seharusnya itu enggak mungkin.

Untuk mencapai akhir volume 3, di mana Kaori jadi salah satu anggota grup Hajime, harusnya dikasih 2 cour dan itu kayaknya sudah lebih dari cukup untuk memperlihatkan perkembangan Hajime dari nol sampai sekarang.

Tapi yang ada? Dari keseluruhan episode, gw bisa simpulkan kalau ceritanya melenceng dari judul “Menjadi yang Terkuat di Dunia”, ini malah jadi harem, maksudnya lebih ditonjolkan sisi haremnya dibanding perkembangan masing-masing karakter yang menurut gw itu penting.

Contoh gampangnya Tate no Yuusha, meski ada unsur-unsur “dikelilingi cewek”, tapi perkembangan Naofumi dibuat dengan epik. Gw yang nonton pun ikut baper ngeliat Naofumi diperlakukan tidak adil. Tapi, enggak disangka dapat musim kedua, gw masih nunggu staf-staf yang mengerjakan, kalau berbeda gw berharap banget bisa lebih baik sih dari segi ceritanya. Iya “ceritanya”, kalau grafis asal karakternya masih “moe” mah oke saja.

iFanz

Berawal dari antusias yang tinggi, tiba-tiba dijatuhkan seketika dengan buruknya kualitas saat penayangannya, itulah Arifureta, begitu banyak yang mengantisipasi tapi tidak dibarengi dengan apa yang diberikan. Studio White Fox yang dikenal punya nama pun bisa dibilang tidak bisa menyelamatkan ini anime… Biarpun ini anime ampas entah kenapa ttp kepincut buat terus ngikutin, mungkin karena efek heroine-nya banyak ya, atau seleraku yang memang juga ampas.

Hoshii

Kalau boleh jujur, pengalaman gue menonton anime ini bisa dibilang lumayan. Tiap pekan, ini jadi salah satu anime yang paling gue tunggu-tunggu. Peduli setan sama bacotan orang-orang di luar sana. Memang pada akhirnya, semua balik ke selera masing-masing. Dan selera gue memang sesederhana itu.

Akhir kata, terima kasih buat kalian yang sudah nonton bareng kami. Sampai jumpa di musim keduanya nanti!


Para Penjelajah Labirin:
Penerjemah: irzie
Penyelaras waktu: Hoshii
Penggubah lagu: irzie, Hoshii
Penata rias, Penggaya lagu: iFanz
Penyunting: Hoshii
Pengolah video: Kukky


[Yukisubs] Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou – TV (Batch)
Mega | OneDrive | Mirror | Berkas

Paket Hemat (PAHE)
Mirror

Tautan Mirror berisi tautan unduh alternatif dari MirrorAceAceFile, sekaligus Single Link.