Enggak terasa, tiba juga di penghujung cerita.

Gue cerita di bawah saja, deh.


Deko

Akhirnya episode terakhir bisa rilis juga. Sebenarnya bisa kelar lebih cepat kalo awal minggu ini gue enggak kena flu. Bicara soal series yang sudah dicanangkan dari jauh-jauh hari ini, gue emang udah kepincut sama Waver dan Rider di seri Fate/Zero. Di tengah jejeran karakter yang pada ngaco dan rusak, Waver dan Rider yang (gue rasa) waras mampu memberi suasana berbeda di seri yang suram ini. Buat gue, Waver berhasil merepresentasikan orang “biasa” yang berusaha mencapai keinginannya, tentu dengan cara yang kurang bijak. Namun dari situ, dia banyak belajar dan justru semakin menyadari keterbatasannya.

Gue sendiri sangat puas dengan adaptasi serial ini meski enggak baca novelnya. Kalau kalian belum tahu, seri ini sebenarnya terbagi menjadi beberapa arc atau kasus. Kasus Rail Zeppelin yang diangkat di anime ini bukanlah arc pertama di serial ini. Tapi entah kenapa pengenalan karakter dan setting di anime ini dilakukan dengan sangat baik sehingga gue enggak merasa “kaget” begitu masuk ke cerita utamanya di episode ketujuh. Meski gue yakin hal ini dilakukan dengan mengorbankan beberapa aspek yang ada di novelnya. Gue paling suka pas di bagian terakhir, semua karakter yang muncul di episode-episode terdahulu muncul dan punya peran masing-masing di sini.

Gue ingat di episode pertama pas scene jembatan Fuyuki, mereka mainin kamera dan pake slow motion sembari memperkenalkan staf utama yang terlibat dalam series ini. Gubahan musiknya juga keren, baik di lagu pembuka dengan nuansa instrumentalnya, maupun musik pada scene bertarung. Animasi bertarungnya juga cukup memanjakan mata meski sebenarnya ini bukan kartun yang mengusung tema “bertarung”. Hal ini bisa terlihat jelas di episode favorit gue, episode 12.

Series ini sendiri sebenarnya ditutup dengan sangat baik. Sayang karena over “hype”, gue merasa sedikit kecewa. Bukan salah di animenya, tapi ada pada gue yang berekspektasi ketinggian. Gue lupa kalau ini anime detektif dengan setting Typemoon.

Terakhir, sedikit cerita soal ngesub anime ini sendiri. Serial ini jelas menjadi yang tersulit yang pernah gue kerjain. Setting yang tidak lazim dan penerjemahan istilah yang bikin mengernyitkan dahi menjadi tantangan terbesar. Mungkin istilah-istilah di anime ini berasa keren kalau dalam bahasa Inggris. Tapi begitu harus diterjemahkan, ya sudahlah. Gue pasrah dan menyerahkan semuanya ke tangan sang penyunting handal yang banyak membantu gue untuk penerjemahan istilah di sini. Siapa lagi kalau bukan Hoshii. Tak lupa pula juga ada sentuhan tangan dingin iFanz untuk efek karaoke dan efek di episode 12. Kayaknya gue udah cerita kepanjangan, nih (sebenarnya diminta sama Hoshii juga buat nulis panjang-panjang). Terima kasih sudah setia nunggu, tagih, dan mengunduh di sini. Sampai ketemu di FGO Babylonia!

iFanz

Pas itu garap ini ya karena mayan suka sama fate series, walaupun agak kurang minat dikit karena kayaknya lebih banyak ke penyidikan daripada ke pertarungannya, tapi makin ke sana ternyata disuguhi beberapa pertarungan yang gak kalah epik dibandinkan fate series lainnya…Btw, Reines punyaku ‘3’

Hoshii

Gue sudah lama enggak nonton anime yang bisa ditutup dengan konklusi seluar biasa ini. Gila, semua aspek benar-benar ditutup dengan rapi dan apik. Kita dikasih sedikit harapan kalau kemungkinan musim lanjutannya bisa ada karena ceritanya yang memang enggak berhenti sampai di sini. Luar biasa, luar biasa.

Ngomongin soal proses di belakang layar, gue harus akui anime ini banyak mengusung istilah dan bahasa yang berbelit-belit. Namun beruntung, gue bisa fokus ngedit kalimat-kalimat yang memang benar-benar “perlu” diedit, dan enggak harus benerin kesalahan-kesalahan minor karena Deko sudah menerjemahkan anime ini dengan sangat bagus dan rapi. Soal tata rias juga enggak perlu ditanya, iFanz selalu ngasih yang terbaik kayak biasanya.

Akhir kata, terima kasih buat kalian yang sudah nonton bareng kami! Jangan ke mana-mana, karena susunan relawan yang ngerjain anime ini bakal balik buat ngerjain FGO Babylonia!


Para Lord Menara Jam:
Penerjemah: Deko
Penyelaras waktu: Hoshii
Penyunting, penggubah lagu: Hoshii
Penata rias, Penggaya lagu: iFanz
Pengolah video: Kukky


[Yukisubs] Lord El-Melloi II Sei no Jikenbo – Rail Zeppelin Grace Note – TV (Batch)
Mega | OneDrive | Mirror | Berkas

Paket Hemat (PAHE)
Mirror

Tautan Mirror berisi tautan unduh alternatif dari MirrorAce, AceFile, sekaligus Single Link.